Sabtu, 15 Mei 2010

Prinsip Keenam: Tarbiyah Amniyah (Pendidikan Keamanan)


Sebelumnya, maaf jika tulisan ini belum bisa mencerdaskan kita semua tentang apa yang dimaksud dengan Amniyah itu sendiri, terlepas dari prinsip dan aspek sederhananya di lapangan. Jika ada banyak kesalahan, mohon dimaklumi dan dikoreksi secepatnya

Secara sederhana, amniyah dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk menjamin keselamatan gerakan Islam terhadap segala hal yang dapat membahayakan, baik yang timbul dari individu atau kelompok. Sudah barang tentu, bahwa prinsip ini merupakan keniscayaan dalam sebuah gerakan Islam dengan aspek-aspek yang terus berkembang, diantaranya:

  • Keselamatan anggota dan pimpinan
    • Amniyah Qiyadah 'keselamatan pucuk pimpinan' setidaknya telah kita lihat jelas pada perang badar, dimana Sa'ad yang mengusulkan pembuatan tenda khusus untuk Rasulullah saw. Selain itu, tata cara shalat di medan perang juga diatur secara tersendiri dalam kondisi ini, hal ini menunjukkan betapa pentingnya memastikan keamanan jama'ah dalam perang sekalipun itu dalam sebuah ibadah fardhu.
    • Keselamatan dokumen
      • Demi menjaga strategi-strategi dakwah kaum muslimin, sepatutnya kita memperhatikan hal-hal dalam jama'ah yang harus dirahasiakan demi maslahat yang lebih besar untuk kaum muslimin itu sendiri. Hal ini jelas terlihat ketika kaum muslimin hendak melakukan Fathu Makkah -setelah orang Quraisy merusak perjanjian- dimana seorang ahli badar bernama Hatib bin Abi Balta'ah, membocorkan rahasia penaklukan kota Makkah kepada kaum Quraisy melalui surat yang dibawa oleh seorang wanita. Akan tetapi, Rasulullah saw. menerima wahyu tentang apa yang dilakukan Hatib dan beliau mengutus Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam untuk mengejar wanita tersebut. Jikalau bukan karena kegigihannya dalam membela Islam sebelumnya, dan karena jaminan Allah swt. terhadap pasukan badar, niscaya ia pantas dihukum mati. Berkaitan dengan apa yang dilakukan Hatib ini, Allah swt menyinggungnya dalam Qur'an surah Al mumtahanah ayat satu.
    Adapun upaya yang dilakukan musuh-musuh Islam cukup beragam dalam memecah belah kesatuan kaum muslimin, diantaranya, penyusupan orang-orang tertentu, penyusupan pemikiran yang memecah belah kesatuan, dan pemberian bantuan materi. Untuk detailnya, saya kira tidak perlu dijelaskan lebih rinci kembali.

    Ada beberapa unsur utama dalam prinsip amniyah ini, diantaranya:

    • Siriyyah (Merahasiakan)
      • Dalam memberikan keamanan pengikutnya dan agar risalah Islam tetap berkesinambungan, Islam mengajarkan kepada pengikutnya untuk siriyyah agar tidak mudah diberangus dan dihancurkan. Berkaitan dengan hal ini, Allah telah mengabarkan kepada segenap kaum perihal besarnya tiu daya musuh Islam.

        ... dan Sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung gunung dapat lenyap karenanya. (Qs. Ibrahim: 46)
    •  Tamwih (Penyamaran)
      • Peristiwa Hijrah Rasulullah saw. ke Madinah adalah dalil yang
        paling kuat atas legalitas Tamwih dalam Islam. Seandainya tidak ada
        peristiwa lain yang memperkuat lega1itas tamwih, niscaya peristiwa ini telah cukup untuk menjelaskan pentingnya penyamaran dalam kondisi tertentu sebagai salah satu unsur amniyah.
    •  Ar-Rashdu (Pemantauan)
      •  Penugasan terhadap Abdullah bin Abu Bakar ra. untuk
        memantau perkembangan yang ada di suku Quraisy bukanlah proses
        khusus bagi tahapan atau kondisi tertentu, akan tetapi pemantauan
        adalah strategi yang harus dilakukan dalam kondisi apa pun.
        Sebagai pimpinan tertinggi, Rasulullah saw. ingin mengetahui
        semua yang berkembang di sekitarnya yang berkaitan dengan dirinya
        secara pribadi, ataupun yang berkaitan dengan kelangsungan dakwah
        dan kaum Muslimin untuk mengambil langkah-langkah yang
        diperlukan dan menggagalkan setiap tipu daya yang akan dilancarkan musuh2 Islam.
    Beberapa dalil dalam Al-Qur'an yang menegaskan betapa pentingnya prinsip amniyah dalam sebuah gerakan Islam,

    ...mereka Itulah musuh (yang sebenarnya) Maka waspadalah terhadap mereka; ....
    (Qs. Al Munafiqun: 4)
     ... dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah ...
    (Qs. Al Maidah: 49)
    adapun Hadist yang memberikan pengarahan kepada orang-orang mukmin agar menjaga rahasia diantaranya,
    ”Berupayalah menyukseskan rencana-rencanamu dengan merahasiakannya.” (diriwayatkan oleh At Thabrani dalam Al kabir oleh Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
     “Ya Allah, jangan Engkau sampaikan rencana ini kepada Quraisy, hingga Engkau hinakan mereka di negeri mereka sendiri” (H.R. Ibnu Hisyam)
    Semoga Bermanfaat.

    Tulisan ini disarikan dari:
    Prinsip-Prinsip Gerakan Islam  - Prinsip Keenam: Kewajiban Tarbiyah Amniyah [full pdf] (Fathi Yakan)
    Share: